Konfigurasi wireless Access point Engenius / Senao

Kamis, 29 Juli 2010



Dalam Artikel kali ini akan membahas tentang bagaimana cara mengkonfigurasi sebuah radio AP wireless agar semua client bisa terhubung ke Access point tersebut. Radio yang digunakan kali ini adalah Engenius tipe NOC 3220. sebagai catatan meskipun radionya beda merek tapi prinsip kerja dan konfigurasinya sama yaitu operational mode dan security yang digunakan.

Dalam kofigurasi sebuah access point hal-hal yang harus di perhatikan adalah radio ( access point) akan diset sebagai apa ? apakah sebagai access point, bridge, dan berbagai pilihan mode lainnya termasuk access point router. Kali ini yang dibahas adalah bagaimana radio access point itu difungsikan sebagai access point. langkah-langkahnya sebagai berikut :

1. langkah pertama adalah dengan memberi ip address pada komputer yang akan kita pakai untuk mengkonfigurasi radio access point tersebut. Sebagai catatan ip yang diset di komputer harus satu network dengan ip radio access point.contoh : ip default dari radio access point adalah 192.168.1.1/24 maka di komputer kita, harus di set 192.168.1.10/24.

2. kemudian buka web browser anda ketik ip dari access point yang akan di konfigurasi yaitu 192.168.1.1 kemudian tekan enter maka akan muncul permintaan user dan password, lalu masukkan user dan password nya.sebagai catatan user dan password untuk radio NOC 3220 ini masih default user=admin password admin. catatan untuk setiap radio access point berbeda tergantung merk dan tipe access point.

3. Setelah kita masuk dalam web configuration radio tersebut, terdapat berbagai macam menu mulai dari management,TCP/IP Settings, dan Wireless (untuk setiap menu pada radio itu berbeda tergantung tipe dan merek lagi :D ) wah repot juga yah ....dan setiap menu tersebut terdapat submenu lagi tapi jangan pusing dulu, tidak semua menu akan kita konfigurasi hanya menu-menu tertentu saja yang akan kita edit.



4. langkah selanjut nya pilih menu management, di dalam menu tersebut terdapat submenu lagi yaitu menu status untuk mengecek apakah operational mode yang kita inginkan yakni mode access point sudah betul.
menu status bisa di lihat pada gambar dibawah ini.














5.apabila mode nya masih bridge, klik submenu dari management yaitu submenu Operational mode, kemudian pilih AP lalu klik apply change .tampilan menunya seperti gambar di bawah ini.













6. Berikutnya kita konfigurasi menu wireless. Dalam menu inilah kita bisa bisa menentukan SSID, Security,dan advanced configuration seperti speed , Mac filter, dan rule-rule yang ingin kita terapkan pada access point ini.

7. Di dalam menu submenu Basic settings kita tentukan SSID dan channel serta jenis band B,G, atau B/G yang akan kita gunakan.

8. Langkah selanjutnya adalah dengan mengkonfigurasi menu security, dalam menu ini kita bisa mengkonfigurasi security untuk access point apakah menggunakan WEP Key atau WPA, kali ini kita pilih WEP key sebagai security nya. Seperti gambar dibawah ini di bagian encryption kita pilih WEP.


9. pada bagian encryption klik set WEP key untuk memasukkan key yang akan kita gunakan seperti gambar dibawah ini.


10. Setelah key 1 sampai key 4 terisi klik Apply changes dan Access Point siap dipasang...untuk mode yang lain akan dijelaskan dalam artikel selanjutnya.selamat mencoba....

sumber : http://adi-neo.blogspot.com/2009/05/konfigurasi-access-point-dengan.html

sejarah Wi-fI

Selasa, 27 Juli 2010

SEJARAH WIFI

Pada akhir 1970-an IBM mengeluarkan hasil percobaan mereka dalam merancang WLAN dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti Hewlett-Packard (HP) menguji WLAN dengan RF. Kedua perusahaan tersebut hanya mencapai data rate 100 Kbps. Karena tidak memenuhi standar IEEE 802 untuk LAN yaitu 1 Mbps maka produknya tidak dipasarkan. Baru pada tahun 1985, (FCC) menetapkan pita Industrial, Scientific and Medical (ISM band) yaitu 902-928 MHz, 2400-2483.5 MHz dan 5725-5850 MHz yang bersifat tidak terlisensi, sehingga pengembangan WLAN secara komersial memasuki tahapan serius. Barulah pada tahun 1990 WLAN dapat dipasarkan dengan produk yang menggunakan teknik spread spectrum (SS) pada pita ISM, frekuensi terlisensi 18-19 GHz dan teknologi IR dengan data rate >1 Mbps.

Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama IEEE membuat spesifikasi/standar WLAN pertama yang diberi kode 802.11. Peralatan yang sesuai standar 802.11 dapat bekerja pada frekuensi 2,4GHz, dan kecepatan transfer data (throughput) teoritis maksimal 2Mbps.

Pada bulan Juli 1999, IEEE kembali mengeluarkan spesifikasi baru bernama 802.11b. Kecepatan transfer data teoritis maksimal yang dapat dicapai adalah 11 Mbps. Kecepatan tranfer data sebesar ini sebanding dengan Ethernet tradisional (IEEE 802.3 10Mbps atau 10Base-T). Peralatan yang menggunakan standar 802.11b juga bekerja pada frekuensi 2,4Ghz. Salah satu kekurangan peralatan wireless yang bekerja pada frekuensi ini adalah kemungkinan terjadinya interferensi dengan cordless phone, microwave oven, atau peralatan lain yang menggunakan gelombang radio pada frekuensi sama.


Pada saat hampir bersamaan, IEEE membuat spesifikasi 802.11a yang menggunakan teknik berbeda. Frekuensi yang digunakan 5Ghz, dan mendukung kecepatan transfer data teoritis maksimal sampai 54Mbps. Gelombang radio yang dipancarkan oleh peralatan 802.11a relatif sukar menembus dinding atau penghalang lainnya. Jarak jangkau gelombang radio relatif lebih pendek dibandingkan 802.11b. Secara teknis, 802.11b tidak kompatibel dengan 802.11a. Namun saat ini cukup banyak pabrik hardware yang membuat peralatan yang mendukung kedua standar tersebut.

Pada tahun 2002, IEEE membuat spesifikasi baru yang dapat menggabungkan kelebihan 802.11b dan 802.11a. Spesifikasi yang diberi kode 802.11g ini bekerja pada frekuensi 2,4Ghz dengan kecepatan transfer data teoritis maksimal 54Mbps. Peralatan 802.11g kompatibel dengan 802.11b, sehingga dapat saling dipertukarkan. Misalkan saja sebuah komputer yang menggunakan kartu jaringan 802.11g dapat memanfaatkan access point 802.11b, dan sebaliknya.
Pada tahun 2006, 802.11n dikembangkan dengan menggabungkan teknologi 802.11b, 802.11g. Teknologi yang diusung dikenal dengan istilah MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan teknologi Wi-Fi terbaru. MIMO dibuat berdasarkan spesifikasi Pre-802.11n. Kata ”Pre-” menyatakan “Prestandard versions of 802.11n”. MIMO menawarkan peningkatan throughput, keunggulan reabilitas, dan peningkatan jumlah klien yg terkoneksi. Daya tembus MIMO terhadap penghalang lebih baik, selain itu jangkauannya lebih luas sehingga Anda dapat menempatkan laptop atau klien Wi-Fi sesuka hati. Access Point MIMO dapat menjangkau berbagai perlatan Wi-Fi yg ada disetiap sudut ruangan. Secara teknis MIMO lebih unggul dibandingkan saudara tuanya 802.11a/b/g. Access Point MIMO dapat mengenali gelombang radio yang dipancarkan oleh adapter Wi-Fi 802.11a/b/g. MIMO mendukung kompatibilitas mundur dengan 802.11 a/b/g. Peralatan Wi-Fi MIMO dapat menghasilkan kecepatan transfer data sebesar 108Mbps.

sumber : http://diediecs.blogspot.com/2009/04/sejarah-wifi.html

fiber optik

Senin, 26 Juli 2010

Kabel fiber optic merupakan kabel jaringanyang dapat mentransmisi cahaya. Dibandingkan dengan jenis kabel lainnya, kabel ini lebih mahal. Namun, fiber optic memiliki jangkauan yang lebih jauh dari 550 meter sampai ratusan kilometer, tahan terhadap interferensi elektromagnetik dan dapat mengirim data pada kecepatan yang lebih tinggi dari jenis kabel lainnya. Kabel fiber optic tidak membawa sinyal elektrik, seperti kabel lainnya yang menggunakan kabel tembaga. Sebagai gantinya, sinyal yang mewakili bit tersebut diubah ke bentuk cahaya.

Kabel fiber optic terdiri dari dua jenis, yang dikenal sebagai single mode dan multi mode. Kabel single mode dapat menjangkau jarak yang lebih jauh dann hanya mengirim satu sinyal pada satu waktu. Kabel multimode mengirim sinyal yang berbeda pada saat yang bersamaan, mengirim data pada sudut refraksi yang berbeda pada saat yang bersamaan, mengirim data pada susut refraksi yang berbeda. Kabel single mode dapat menjangkau ratusan kilometer sedangkan kabel multimode biasanya hanya mencapai 550 meter atau kurang.

Konektor kabel fiber optic terdiri dari dua jenis-konektor model ST yang berbentuk lingkaran dan konektor SC yang berbentuk persegi. Penggunaan kabel ini harus disesuaikan dengan jenis perangkat yang anda gunakan karena mereka mungkin berbeda.


sumber : http://www.pc24.co.id/article/category14_1.htm

Serat Optik, Sejarah dan Perkembangannya

Albert Einstein, disebut-sebut sebagai orang pertama yang sangat berjasa dalam sejarah keberadaan serat optik. Pada tahun 1917, dirinya menyampaikan sebuah teori tentang emisi terangsang (Theory Stimulated Emission), yang menyatakan mengenai keberadaan atom dalam tingkatan energi yang tinggi.

Dimulai pada tahun 1950-an, perkembangan di bidang ilmu fisika mengalami kemajuan yang cukup pesat. Bermula dari Charles Hard Townes, lahir pada Tanggal 28 Juli 1915 di Greenville, Carolina Selatan. Seorang ahli fisika yang mengabdikan diri pada bidangnya dan punya kontribusi yang cukup besar dalam perkembangan tehnologi, khususnya pada era Perang Dunia II. Pada tahun 1953, Townes menerapkan teori pendahulunya, dan untuk pertama kalinya mendesain “maser” (microwave amplification by stimulated emission of radiation). Maser, merupakan realisasi dari teori quantum bahwa, molekul dari gas ammonia dapat memperkuat dan menghasilkan gelombang (frekwensi 1,25 centimeter). Pada tahun 1957, Townes bersama ahli fisika Arthur L. Schawlow bekerja bersama-sama untuk pengembangan “maser” dan pada tahun 1958 mempublikasikan paper yang menjelaskan tentang konsep laser dengan menunjukkan bahwa “maser” dapat dibuat untuk dioperasikan pada daerah infra merah dan optik (light amplification by stimulated emission of radiation).

Era 1960-an dimulai dengan ditemukannya laser pertama oleh Theodore Maiman, seorang fisikawan dan insinyur elektro di Hughes Research Laboratories, pada bulan Mei 1960, dengan menggunakan sebuah kristal batu rubi sintesis sebagai medium. Setelah rubi laser, banyak sekali ditemukan laser-laser lainnya. Laser uranium pertama ditemukan oleh IBM Labs pada bulan November 1960, Helium-Neon Laser ditemukan oleh Laboratorium Riset Bell dan Ali Javan serta koleganya William Bennett, Jr. pada tahun 1961, Semikonduktor laser pertama ditemukan oleh Robert Hall dari General Electric Labs pada tahun 1962, Nd:YAG laser dan CO2 laser ditemukan pada tahun 1964 oleh Bell Laboratories, Chemical laser pada tahun 1965, Metal vapor laser di tahun 1966, dan masih banyak lagi ditemukannya laser-laser dari bahan lain.

Pada tahun 1966, Charles Kao dan George Hockham, peneliti dari Standard Telecommunication Laboratories Inggris, mempublikasikan paper yang mendemonstrasikan bahwa serat optik dapat mentransmisikan sinar laser pertama dan apabila menggunakan jenis gelas yang sangat murni, dapat memperkecil redaman sinar.

Sedangkan sejarah serat optik di Indonesia diawali dan dimotori oleh BPPT (IPTEK-NET), UI, LAPAN & ITB, kegiatan ini dimulai pada tahun 1992. Selang beberapa tahun kemudian, berkembanglah jaringan yang lebih professional dan komersial yang dilakukan oleh beberapa operator jaringan.

sumber : http://www.seratoptik.com/?p=26

Pengenalan Sistem Komunikasi Serat Optik

Teknologi serat optik menawarkan kecepatan data yang lebih besar sepanjang

jarak yang lebih jauh dengan harga yang lebih rendah daripada sistem

konvensional menggunakan kawat logam (tembaga)

Struktur dasar dari sebuah serat optik yang terdiri dari 3 bagian : core (inti),

cladding (kulit), dan coating (mantel) atau buffer (pelindung). Indeks bias kulit,

n2 besarnya sedikit lebih rendah dari indek bias inti, n1.

Untuk menjelaskan bagaimana cahaya merambat sepanjang serat optik digunakan

dua pendekatan/teori, yaitu pendekatan cahaya sebagai sinar (optik geometrik)

dan cahaya sebagai gelombang elektro-magnetik (optik fisis) / teori mode.

Pendekatan cahaya sebagai sinar memberikan gambaran yang jelas bagaimana

cahaya merambat sepanjang serat optik, namun kurang dalam memberikan

penjelasan mengenai sifat lain lain dari cahaya seperti interferensi, dan sifat serat

optik seperti absorpsi, atenuasi dan dispersi, oleh karena itu diperlukan

pendekatan cahaya sebagai gelombang/ teori mode. Berdasarkan jumlah mode

yang merambat maka serat optik terbagi menjadi dua tipe : single-mode dan

multi-mode.

Sistem serat optik memberikan dibandingkan dengan sistem konvensional

menggunakan kabel logam (tembaga) memiliki keuntungan dalam hal less

expensive, thinner, higher carrying capacity, large-bandwidth, less signal

degradation , ligtht signals, low power, non-flammable, flexibile.

Sistem komunikasi optik secara umum terdiri dari Transmitter (Message origin,

Modulator, Carrier Source dan Channel Coupler), Information Channel (Serat

Optik) dan Receiver (Detector, Amplifier, Signal Processor dan Message

Output).

Sumber : http://www.howstuffworks.com , http://www.tpub.com