Albert Einstein, disebut-sebut sebagai orang pertama yang sangat berjasa dalam sejarah keberadaan serat optik. Pada tahun 1917, dirinya menyampaikan sebuah teori tentang emisi terangsang (Theory Stimulated Emission), yang menyatakan mengenai keberadaan atom dalam tingkatan energi yang tinggi.
Dimulai pada tahun 1950-an, perkembangan di bidang ilmu fisika mengalami kemajuan yang cukup pesat. Bermula dari Charles Hard Townes, lahir pada Tanggal 28 Juli 1915 di Greenville, Carolina Selatan. Seorang ahli fisika yang mengabdikan diri pada bidangnya dan punya kontribusi yang cukup besar dalam perkembangan tehnologi, khususnya pada era Perang Dunia II. Pada tahun 1953, Townes menerapkan teori pendahulunya, dan untuk pertama kalinya mendesain “maser” (microwave amplification by stimulated emission of radiation). Maser, merupakan realisasi dari teori quantum bahwa, molekul dari gas ammonia dapat memperkuat dan menghasilkan gelombang (frekwensi 1,25 centimeter). Pada tahun 1957, Townes bersama ahli fisika Arthur L. Schawlow bekerja bersama-sama untuk pengembangan “maser” dan pada tahun 1958 mempublikasikan paper yang menjelaskan tentang konsep laser dengan menunjukkan bahwa “maser” dapat dibuat untuk dioperasikan pada daerah infra merah dan optik (light amplification by stimulated emission of radiation).
Era 1960-an dimulai dengan ditemukannya laser pertama oleh Theodore Maiman, seorang fisikawan dan insinyur elektro di Hughes Research Laboratories, pada bulan Mei 1960, dengan menggunakan sebuah kristal batu rubi sintesis sebagai medium. Setelah rubi laser, banyak sekali ditemukan laser-laser lainnya. Laser uranium pertama ditemukan oleh IBM Labs pada bulan November 1960, Helium-Neon Laser ditemukan oleh Laboratorium Riset Bell dan Ali Javan serta koleganya William Bennett, Jr. pada tahun 1961, Semikonduktor laser pertama ditemukan oleh Robert Hall dari General Electric Labs pada tahun 1962, Nd:YAG laser dan CO2 laser ditemukan pada tahun 1964 oleh Bell Laboratories, Chemical laser pada tahun 1965, Metal vapor laser di tahun 1966, dan masih banyak lagi ditemukannya laser-laser dari bahan lain.
Pada tahun 1966, Charles Kao dan George Hockham, peneliti dari Standard Telecommunication Laboratories Inggris, mempublikasikan paper yang mendemonstrasikan bahwa serat optik dapat mentransmisikan sinar laser pertama dan apabila menggunakan jenis gelas yang sangat murni, dapat memperkecil redaman sinar.
Sedangkan sejarah serat optik di Indonesia diawali dan dimotori oleh BPPT (IPTEK-NET), UI, LAPAN & ITB, kegiatan ini dimulai pada tahun 1992. Selang beberapa tahun kemudian, berkembanglah jaringan yang lebih professional dan komersial yang dilakukan oleh beberapa operator jaringan.
sumber : http://www.seratoptik.com/?p=26
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar