Pengenalan Sistem Komunikasi Serat Optik

Senin, 26 Juli 2010

Teknologi serat optik menawarkan kecepatan data yang lebih besar sepanjang

jarak yang lebih jauh dengan harga yang lebih rendah daripada sistem

konvensional menggunakan kawat logam (tembaga)

Struktur dasar dari sebuah serat optik yang terdiri dari 3 bagian : core (inti),

cladding (kulit), dan coating (mantel) atau buffer (pelindung). Indeks bias kulit,

n2 besarnya sedikit lebih rendah dari indek bias inti, n1.

Untuk menjelaskan bagaimana cahaya merambat sepanjang serat optik digunakan

dua pendekatan/teori, yaitu pendekatan cahaya sebagai sinar (optik geometrik)

dan cahaya sebagai gelombang elektro-magnetik (optik fisis) / teori mode.

Pendekatan cahaya sebagai sinar memberikan gambaran yang jelas bagaimana

cahaya merambat sepanjang serat optik, namun kurang dalam memberikan

penjelasan mengenai sifat lain lain dari cahaya seperti interferensi, dan sifat serat

optik seperti absorpsi, atenuasi dan dispersi, oleh karena itu diperlukan

pendekatan cahaya sebagai gelombang/ teori mode. Berdasarkan jumlah mode

yang merambat maka serat optik terbagi menjadi dua tipe : single-mode dan

multi-mode.

Sistem serat optik memberikan dibandingkan dengan sistem konvensional

menggunakan kabel logam (tembaga) memiliki keuntungan dalam hal less

expensive, thinner, higher carrying capacity, large-bandwidth, less signal

degradation , ligtht signals, low power, non-flammable, flexibile.

Sistem komunikasi optik secara umum terdiri dari Transmitter (Message origin,

Modulator, Carrier Source dan Channel Coupler), Information Channel (Serat

Optik) dan Receiver (Detector, Amplifier, Signal Processor dan Message

Output).

Sumber : http://www.howstuffworks.com , http://www.tpub.com

1 komentar:

dr_ecco21 mengatakan...

i like it ..

Posting Komentar